Pantangan Makanan Hipertensi

Penyakit hipertensi selain dipicu oleh keadaan mental, juga dipicu oleh asupan makanan. Ada beberapa jenis bahan makanan yang harus dipantang atau dikurangi asupannya, yaitu garam, ikan asin dab berbagai jenis makanan yang diasinkan. Selain itu, makanan yang manis pun dihindari untuk mencegaj terjadinya kegemukan. Pantangan makanan hipertensi adalah makanan yang manis yang perlu dihindari unruk mencegah terjadinya kegemukan. Karena kegemukan dan hipertensi saling berhubungan erat. Selain itu banyak mengonsumsi gula akan menyebabkan darah bertambah asam. Akibatnya, organ seperti ginjal dan lever akan menjadi lemah dan tidak berfungsi dengan baik. Makanan yang mengandung zat pemanis seperti gula, soft drink,cake, pudding, roti, biscuit dan pemanis sintetis seperti aspartame dan sakarin sebaiknya dihindari.

Pantangan makanan hipertensi sebaiknya juga menghindari makanan seperyi dendeng, abon, corned, beef, daging asap, ikan asin, sarden dan mentega. Sayuran dan buah kalengan yang mengandung bahan pengawet natrium sebaiknya dihindari. Demikian juga dengan MSG (monosodium glutamate), petis, tauco, bumbu lain yang kadar natriumnya tinggi, kopi, alkohol, dan minuman lain yang banyak mengandung natrium sebaiknya tidak dikonsumsi. Beberapa aturan makanan yang dianjurkan pada pasien yang berat badannya diatas normal (kegemukan) sebaiknya diberi diet rendah kalori. Makanan yang disajikan cukup mengandung semua zat gizi, karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, dan air. Penggunaan garam dibarasi sesuai dengan keadaan hipertensinya (berat atau ringan). Sementara cairan (air minum) yang masuk ke dalam tubuh cukup 1.5-2 liter per hari.

Makanan yang setiap hari kita maka rata-rata mengandung 2.800-6.000 mg natrium. Sebagian besar natrium tersebut berasal dari garam dapur, selebihnya terdapat secara alami dalam bahan makanan. Namun jika seseorang telah mengidap hipertensi, asupan natriumnya perlu dibatasi. Pantangan makanan hipertensi yang paling utama adalah natrium. Asupan natrium pada orang yang menderita hipertensi ringan sebaiknya 1-1,5 gram per haru atau setara dengan 2 gram (1/2 sendok the peres) garam dapur. Asupan natrium pada penderita hipertensi sedang sebaiknya hanya 600-800 mg per haru atau setara dengan 1 gram per hari (1/4 sendok the peres) garam dapur. Sementara itu, asupan natrium pada penderita hipertensi berat hanya boleh 200-400 mg per hari (tanpa pemberian garam dapur).

Selain mengatur pola makan kalau seseorang sudah menderita tekanan darah tinggi, jangan sekali-kali makan sate kambing atau durian. Sebenarnya, tidak hanya daging kambing dan durian yang dilarang, tetapi semua jenis makanan berprotein tinggi lemak, dan tinggi hidrat arang serta makanan bernatrium tinggi (makanan bersantan, ikan asin, daging merah dan makanan yang digoreng) sebaiknya dihindari atau dibatasi. Selain untuk menjaga agar tekanan darahnya tidak terlalu tinggi. Juga untuk emncegah serangan stroke. Asupan kalium seperti sayuran dan buah bagi mereka yang fungsi ginjalnya normal sangat dianjurkan.

Posted in Hipertensi, Makanan Hipertensi | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Makanan Sehat Untuk Hipertensi

Siapapun ingin tetap sehat dan jauh dari resiko hipertensi harus  mengontrol konsumsi natriumnya. Sebab, hipertensi paling mudah terjadi pada orang yang terbiasa mengonsumsi garam berlebihan. Dianatara penduduk dunia, konsumsi garam tertnggi ditemukan diwilayah Jepang utara yakni 28 gr per orang per hari. Dan 38 persen diantara mereka diketahui mengidap hioertensi. Sebaliknya, penduduk Alaska yang konsumsi garamnya terbatas yakni reta-rata 4 g per orang per hari, sangat jarang yang menderita hipertensi. Sejumlah penelitian menguatkan hubungan antara usia dini pemberian garam dengan tingginya resiko hipertensi. Orangtua yang terlalu getol menambahkan garam ke dalam makanan anak-anaknya , ternyata dikemudian hari anak-anak itu memiliki kecenderungan tinggi menderita hipertensi. Bayi sesungguhnya belum memerlukan tambahan garam dapur, karena kecukupan natrium sudah dapat terpenuhi dari bahan makanan dan ASI. Salah satu cara dalam mencegah dan menangani masalah hieprtensi adalah dengan mengonsumsi makanan sehat untuk hipertensi.

Orang-orang yang secara fisiologis dalam keadaan sensitive terhadap garam, terutama ibu hamil, perlu membatasi konsumsi garam dan makanan olahan kaya natrium. Pembengkakan (edema) dan melonjaknya tekanan darah amat mydah terjadi pada mereka. Jika gejala pembengkakakn diabaikan, dan sementara itu konsumsi garam tidak dibatasi, dapat mengakibatkan keracunan kehamilan bahkan keguguran (preeclampsia). Makanan sehat untuk hipertensi dapat dilakukan dengan diet rendah garam mutlak yang harus dijalani oleh penderita hipertensi. Para ahli menyimpulkan bahwa diet rendah gtaram tidak akan memberikan efek menurunkan tekanan darah tinggi, jika asupan konsumsi natrium masih lebih tinggi dari 2500 mg per hari. Dan yang harus dibatasi tidak hanya garam dapur dan makanan asin awetan seperti ikan asin, telur asin, daging asap, sawi asin, tapi waspadai juga penggunaan bahan pangan lain yang tinggi kandungan natriumnya.

Makanan sehat untuk hipertensi adalah konsumsi makanan yang dianjurkan untuk pernderita hipertensi tanpa komplikasi. Konsumsi minuman yang dianjurkan untuk penderita hipertensi tanpa komplikasi serta minum jus wortel, seledri, avokad, kubis, bawang putih, dan kedelai. Selain menghindari makanan yang dipantang bagi penderita hipertensi tanpa komplikasi hindari juga emping, jeroan, otak, lemak, udang, kepiting, dan cumi-cumi.

Belakangan setelah ilmu pengetahuan makin berkembang, yang diketahui tentang bawang putih tidak lagi sebatas khasiatnya dalam meningkatkan stamina dan daya seks. Kini bawang putih dipastikan juga mampu menangkal flu, membasmi cacing usus, mengatasi rematik, menghilangkan gangguan sulit tidur (insomnia). Bahkan bawang putih juga berkhasiat memerangi penyakit degenerative, seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), kadar kolesterol darah dan trigliserida tinggi, penyakit jantung koroner, penyakit gula alias kencing manis (diabetes melitus) serta penyakit kanker.

Posted in Makanan Hipertensi, Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Diet Makanan Hipertensi

Pengaruh konsumsi garam terhadap timbulnya hipertensi terjadi melalui peningkatan volume plasma, curah jantung dan kenaikan tekanan darah. Pada keadaan normal, kejadian tersebur akan diikuti oleh pengeluaran garam, sehingga kembali pada keadaan hemodinamik. Namun pada penderita hipertensi, mekanisme tersebut terganggu disamping ada faktor lain yang berpengaruh sehingga tekanan darah meningkat. Orang Indonesia dan Asia pada umumnya konsumsi Na tinggi karena biasa mengonsumsi kecap, bumbu penyedap (MSG) cukup banyak. Rata-rata konsumsi garamnya antara 30-40 gr per hari dibandingkan orang Amerika yang hanya 6-18 gr per hari. Saat ini belum jelas mekanisme yang pasti yang dapat menjelaskan hubungan antara hipertensi esensial dan kegemukan. Hubungan antara stress dan hipertensi diduga melalui aktivasi saraf simpatik yang dapat meningkatkan tekanan darah. Diet makanan hipertensi salah satunya adalah dengan mengurangi konsumsi garam. 

Cara memodifikasi gaya hidup dalam mencegah dan menangani penyakit hipertensi adalah :

  1. Menurunkan berat badan bila kegemukan
  2. Mengurangi konsumsi Na menjadi 2 gr perharu atau setara dengan 6 gram garam dapur. Menghindari konsumsi makanan yang banyak mengandung Na.
  3. Mengurangi konsumsi cafein dan alkohol, karena dapat meningkatkan tekanan darah.
  4. Menambah konsumsi kalsium 400 mg perhari.
  5. Menambah konsumsi bahan makanan sumber kalium (K) yaitu buah-buahan dan sayuran yang segar.
  6. Mengurangi konsumsi lemak jenuh dan kolesterol.
  7. Banyak minum air putih, kecuali ada kontra indikasi.

Selain itu dianjurkan pula untuk olahraga secara teratur dan mengontrol tekanan darahl, berhenti merokok untuk mencegah kemungkinan komplikasi. Walaupun tidak semua orang gemuk menderita hipertensi, namun kegemukan atau obesitas dan hipertensi berhubungan erat. Ada korelasi kuat antara kenaikan berat badan dan perkembangan hipertensu. Tekanan darah cenderung meningkat sesuai dengan tingkat kegemukan atau gradasi kenaikan berat badan. Dengan menurunkan berat badan, walaupun belum mencapai berat badan normal, ternyata tekanan darah dapat menurun. Serta menurunkan asupan Na dalam tubuh sebagai salah satu cara diet makanan hipertensi. 

Untuk menurunkan berat badan, asupan kalori harus dikurangi, biasanya diberikan antara 1500-1900 kalori perhari. Selain itu dianjurkan melakukan olahraga secara teratur 3-4 kali seminggu. Bagi pemulan olahraga sebaiknya dilakukan secara bertahap dan melakukan pemeriksaan dokter terlebih dahulu. Diet makanan hipertensi dengan mengurangi konsumsi garam. Makanan olahan seperti fastfood misalnya umumnya banyak mengandung Na dan lemak. Makanan segar umumnya mengandung sedikit Na dan banyak mengandung kalium. Bila harus membatasi konsumsi Na, maka yang perlu disadari adalah menjauhkan makanan fast foof, makan direstoran, hindari menggunakan makanan kaleng, makanan s=instan dan makanan yang diawetkan.

Makanan tanoa garam akan terasa hambar pada umumnya, akan tetapi dengan membiasakannya, lama kelamaan orang akan terbiasa dan menyukainya, Sebagai pengganti garam dapat menggunakan bumbu dapur yang banyak terdapat di Indonesia. Apabila Anda membiasakan mengonsumsi rendah garam, dalam waktu 2 bulan maka ambang batas rasa asin pada lidah akan berubah dan lama kelamaan akan terbiasa dengan makanan rendah garam.

 

Posted in Makanan Hipertensi | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Makanan Untuk Hipertensi

Penurunan tekanan darah bagi penderita hipertensi akan lebih cepat diimbangi dengan pengaturan makanan yang baik dan seimbang. Dengan cara ini diharapkan penderita hipertensi dapat terus menjaga tekanan darahnya dalam batas normal. Untuk menjaga dan mengatasi hipertensi dengan diet, penderita harus mengontrol dan mengatur pola makan sehari-hari yang baik dan seimbang. Karena penyabab hipertensi pada setiap orang berbeda-beda maka tata acara diet ini juga harus dikonsultasikan dengan dokter atau ahli gizi. Untuk membantu menanggulangi tekanan darah tinggi demam pola diet makanan baik dan seimbang, secara garis besar ada empat macam diet, yaitu diet rendah garam, diet rendah kolesterol dan lemak terbatas, diet tinggi serat, serta diet rendah kalori bagi yang kegemukan. Salah satu cara menurunkan hipertensi adalah dengan mengatur makanan untuk hipertensi.

Pertama makanan untuk hipertensi adalah tujuan diet rendah garam untuk membantu menghilangkan retensi (penahan) air dalam jaringan tubh sehingga dapat menurunkan tekanan darah. Walaupun rendah garam yang penting diperhatikan dalam melakukan diet ini adalah komposisi makanan harus tetap mengandung cukup zat-zat gizi, baik kalori, protein, mineral, maupun vitamin yang seimbang. Garam yang dimaksud disini adalah garam natrium yang terdapat dalam hampir semua bahan makanan yang  berasal dari hewan dan tumbu-tumbuhan. Salah satu sumber utama garam natrium adalah garam dapur. Karena itu, dianjuurkan konsumsi gara dapur tidak lebih dari 1.4-1.2 sendok the/hari atau dapat menggunakan garam lain di luar natrium.

Bagi penderita hipertensi, sebaiknya perhatikan keragaman dan asupan makanan untuk hipertensi, utamakan makanan rendah lemak dan tinggi serat, terutama sayuran dan buah segar. Perbanyak mengonsumsi makanan yang kaya lemak sehat khususnya omega-3, kalium, kalsium, magnesium dan vitamin C.

Lemak sehat terdapat pada ikan tuna, salmon, dan flax seed (biji rami). Makanan tersebut membantu mencegah terbentuknya endapan lemak pada dinding pembuluh darah. Karena itu, jaunting tdak perlu bekerja ekstra keras, sehingga tidak terjadi kenaikan darah.

Merupakan elektrolit penting dan berguna untuk mengendalikan tekanan darah. Terdapat pada sayuran (kol, caisim, bokcoi, brokoli), polong-polongan kering (kacang merah, kacang tolo, kacang hijau), cokelat, jeruk, apel, pisang, tomat, kentang oanggang, yoghurt, dan avokad. Tingkatkan pemasukan kalium (4,5 gram).

Kalium berguna untuk menyusutkan tekanan darah berlebihan dan resiko pre eklampsia (keguguran Janis akibat hipertensi akut). Terdapat pada susu rendah lemak, keju mozzarella, keju cheddar, keju cottafe, yoghurt, dathu dan polong-polongan kering.

Magnesium terdapat pada bayam, avokad, cokelat, kacang dan biji-bijian (almond, kenari, biji bungan matahari). Magnesium berfungsi untuk merilekskan otot-otot pengendali tekanan darah.

Posted in Makanan Hipertensi | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Pola Makan Hipertensi

Peranan pola makan hipertensi untuk mencegah terjadinya hipertensu banyak diperdebatkan. Kontraversi terutama terpusat pada apakah mengonsumsi makanan tinggi Na penyebab hipertensi dan apakah dengan membatasi konsumsinya dapat emcnegah hipertensi. Namun banyak professional beranggapan bahwa cukup banyak bukti yang menunjang bahwa konsumsi Na berpengaruh terhadap hipertensi. Di Indonesia misalnya, pada Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS)m salah satu pesannya menyebutkan harur mengurangi konsumsi garam. Modifikasi gaya hidup merupakan alternative mengontrol hipertensi.

  1. Menurunkan berat badan bila kegemukan
  2. Mengurangi konsumsi Na menjadi 2 gr per hari atau setara dengan 6 gram garam dapur. Pola makan hipertensi dengan menghindari konsumsi makanan yang banyak mengandung Na.
  3. Mengurangi konsumsi kafein dan alkohol karena dapat meningkatkan tekanan darah
  4. Menambah konsumsi bahan makanan sumber kalium (K), ayitu buah-buahan dan sayuran segar
  5. Mengurangi konsumsi lemak jenuh dan kolesterol
  6. Banyak minum air putih kecuali ada kontra indikasi.

Selain itu dianjurkan pula untuk olahraga secara teratur dan mengontrol tekanan darah berhenti merokok unntuk mencegah kemungkinan komplikasi. Walaupun tidak semua orang gemuk menderita hipertensi, namun kegemukan dan hipertensi berhubunga erat. Ada korelasi kuat antara kenaikan berat badan dan perkembangan hipertensi. Tekanan darah cenderung meningkat sesuai dengan tingkat kegemukan atau gradasi kenaikan berat badan. Dengan menurunkan berat badan, walaupun belum mencapai berat badan normal, ternyata tekanan darah dapat menurun.

Untuk menurunkan berat badan, pola makan hipertensi asupan kalori harus dikurangi, biasanya diberikan antara 1.500-1.900 kalori per hari. Selain itu dianjurkan melakukan olahraga secara teratur 3-4 kali seminggu. Bagi pemula olahraga sebaiknya dilakukan secara bertahap dan melakukan pemeriksaan dokter terlebih dahulu.

Makanan olahan fast food misalnya umumnya banyak mengandung Na dan lemak. Makanan segar umumnya mengandung sedikit Na dan banyak mengandung kalium (K). Bila haru membatasi konsumsi Na, maka yang perlu disadari adalah, menjauhkan makanan fast food, makan di restoran, hindari menggunakan makanan kaleng, makanan instan, dan makana yang diawet.  Makanan tanpa garam akan terasa hambar pada mulanya, akan tetapi dengan membiasakannya, lama kelamaan orang akan terbiasa dan menyukainya. Sebagia pengganti  garam dapat menggunakan  bumbu dapur yang banyak terdapat di Indonesia. Apabila Anda membiasakan mengonsumsi rendah garam, dalam waktu dua bulan maka ambang batas rasa asin pada lidah akan berubah  dan lama kelamaan akan terbiasa dengan makanan rendah garam.

Sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian : 4-5 sajian per minggu. Kelompok makanan ini mengandung magnesium, kalsium,fitokimia, dan serat, Ini adalah sumber protein nabati yang rendah lemak dan tidak megandung kolesterol, seperti kacang memrah, kacang tanah, buncis, kedelai. Sebagian besar lemak dalam kacang-kacang dan biji-bijian menyehatkan karena merupakan lemak tak jenuh tunggal/

Posted in Makanan Hipertensi | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Makanan Baik Untuk Hipertensi

Penderita hipertensi di Negara-negara maju diperkenalkan dengan diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension). Maksud diet ini adalah memperbanyak makanan baik untuk hipertensi seperti konsumsi buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan produk susu rendah lemak untuk menurunkan tekanan darah. Makanan yang dikonsumsi pun lebih kaya serat dan mineral yang bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah ( kalium, magnesioum, dan kalsium). Kalium bekerja mengatur keseibangan jumlah natrium dalam sel. Kalsium dan magnesium bermanfaat secara tidak langsung untuk membantu mengendalikan hipertensi.  Diet DASH kemudian dikombinasikan dengan pengurangan konsumsi natrium agar penurunan tekanan darah lebih optimal. Hasil penelitian DASH-Natrium mampu memperkuat tujuan tersebut. Dengan menbatasi konsumsi natrium dan memperbanyak makanan sehat, hipertensi bisa dikendalikan dan kenaikan tekannan darah dapat dicegah. Penderita hipertensi yang membatasi asupan natrium sebanyak 1.500 mg per hari dan memperbanyak konsumsi makanan sehat selama 30 hari, mampu menurunkan angka sistolik rata-rata.

Pembatasan asupan natrium dalam makanan baik untuk hipertensi 1500 mg per hari diakui para peneliti cukup sulit diterapkan, mengingat banyak sekali bahan makanan yang kadar natriumnya cukup tinggi. Apalagi masyarakat Indonesia cenderung memiliki pola makan sarat bumbu dan tinggi natrium. Angka tersebut sebenarnya jauh lebih tinggi dari kebutuhan natrium harian (500 mg) tetapi lebih rendah dari yang disarankan WHO (2400). Namun diet DASH-natrium bisa menjadi jalan tengah sehingga penderita hipertensi masih bisa menikmati makanan sehat dengan rasa yang nikmat (tidak hambar).

Makanan baik untuk hipertensi adalah ;

  1. Padi-padian, umbi-umbian, tepung-tepungan dan produk olahannya ; 3-4 sajian per hari. Bahan makanan yang termasuk golongan ini roti, sereal,nasi, pasta, macaroni, mie, oat, tepung jagung, tepung terigo, singkong, ubi. Pilihla bahan makanan segar yang lebih kaya serat, karbihidrat, rendah lemak da zat-zat gizi lain dibandingkan produk olahannya.
  2. Buah-buahan dan sayuran : 4-5 sajian per hari. Selain kaya serat dan mineral penting, kelompok makanan ini mengandung zat fitokimia  yang bermanfaat mengurangi resiko penyakit kardiovaskular dan kanker. Ini mudah dilakukan karena tidak ada batasan jumlah yang dikonsumsi.
  3. Susu dan produk susu: 2-3 sajian per hari. Selain sumber kalsium dan vitamin D yang baik, susu dan seua produk susu kaya protein. Pilihlah susu dan produk olahannya yang rendah lemak seperti susu krim, susu kedelai, atauu yoghurt.
  4. Daging sapi, ayam dan ikan : 2 sajain atauu kurang (170 gram atau kurang er hari). Sumber protein hewani ini kaya vitamin B, magnesium, zat besi, dan seng. Diantara ketiga makanan ini, ikan merupakan pilihan paling sehat. Kandungan asam lemak omega 3 dalam ikan mampu mengurangi resiko timbulnya ritme jantung yang abnormal yang memicu kematian mendadak.
Posted in Hipertensi | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Makanan Penderita Hipertensi

Seseorang dengan hipertensi sering tidak menyadari bahwa ia mempunyai masalah. Padahal hipertensi bila tidak di kontrol dapat berbahaya dan beresiko terkena stroke, penyakit jantung dan pembuluh darah, gangguan retina, mata gatal, dan bahkan dapat beresiko fatal. Angka kejadian hipertensi pada penderita diabetes dua kali lebih banyak dibandingkan non diabetes. Oleh karena itu pengontrolan hipertensi sangat penting untuk mencegah beberapa penyakit tersebut.

Kejadian hipertensi di Indonesia sebenarnya cukup tinggi, namun belum ada penelitan yang sifatnya menyeluruh secara maksimal. Yang ada penelitian kecil-kecilan, tersebar di sana-sini.  Sampai saat ini belum jelas penyebab terjadinya hipertensi esensial.

Faktor-faktor yang berpengaruh pada peningkatan tekanan darah adalah curah jantung, tahanan perifer (pembuluh darah halus), keturunan, hormon renin, angiostein, dan aldosteron, sistem saraf simpats yang terlalu aktif, faktor hemodinamik, dan gangguan kemampuan ginjal mengeluarkan garam natrium. Faktor lingkungan seperti stres psikososial, kegemukan, kurang olahraha juga berpengaruh terhadap timbulnya hipertensi esensial.
Peranan makanan untuk mencegah hipertensi banyak diperdebatkan. Kontraversi terutama terpusat pada pakah mengonsumsi makanan tinggi Na menyebabkan hipertensi dan apakah membatasi konsumsinya dapat mencegah hipertensi. Namun banyak profesional beranggapan bahwa cukup banyak bukti yang menunjang bahwa konsumsi Na berpengaruh terhadap hipertensi.

Modifikasi gaya hidup merupakan alternatif menggontrol hipertensi. Cara memodifikasi gaya hidup adalah :
1. Menurunkan berat badan bila kegemukan
2. Mengurangi konsumsi Na menjadi 2 gr perhari atau setara 6 gram daram dapur. Menghindari konsumsi makanan yang banyak mengandung Na.
3. Mengurangi konsumsi kafein dan lakohol karena dapat meningkatkan tekanan darah
4. Menambah konsumsi kalsium perhari 400 mg
5. Menambah konsumsi bahan makanan sumber bahan kalium (K), yaitu buah-buahan dan sayuran segar.
6. Mengurangi konsumsi lemak jenus dan kolesterol
7. Banyak minum air putih, kecuali ada kontra indikasi.

Posted in Makanan Hipertensi | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Makanan Pantangan Hipertensi

Seseorang yang mengalami penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi, perlu adanya membatasi atau mengurangi asupan makanan yang mengandung sodium (Na) yang banyak terdapat pada garam.

Berikut ini ada beberapa jenis makanan yang wajib dihindari oleh penderita hipertensi, antara lain:

1. Susu

Susu yang berasal dari protein hewani, memiliki sumber kalsium dan tinggi lemak. Dalam 1 gelas susu diketahui terkandung 8 gram lemak dan 5 gram lemak jenuh. Lemak jenuh sangat beresiko pada mereka yang memiliki sakit liver dan tekanan darah tinggi. Untuk aman dalam mengkonsumsi susu, konsumsilah susu rendah lemak. Agar kebutuhan tubuh akan kalsium dari susu tetap terpenuhi.

2. Acar

Acar yang terdiri dari buah mentimun, wortel, dan air acar yang memiliki kandungan garam yang cukup tinggi (garam/sodium) dapat menekan dan meningkatkan tekanan darah seseorang menjadi meningkat. Walaupun sebenarnya acar memiliki tingkat kalori yang cukup rendah dan baik untuk tubuh, tetap saja harus dihindari karena mengandung sodium yang cukup tinggi, dalam 1 sendok makan acar mentimun mengandung 570 mg sodium. Hal itu setara dengan sepertiga dari jumlah maksimum sodium perhari (2300 mg).

3. Kentang goreng

Kentang goreng mudah sekali ditemukan pada makanan cepat saji, meski kentang goreng yang disajikan, diolah dengan menggunakan minyak bebas lemak trans, tetap saja kentang goreng memiliki kandugan lemak dan garam yang cukup tinggi. Dalam sajian kentang goreng ukuran sedang mengandung 270 mg sodium dan 19 gr lemak.

4. Daging asap

3 potong daging asap mengandung 270 mg sodium dan 4,5 gr lamak. Untuk tetap bisa menikmati daging asap dapat diganti dengan daging burung yang menjadi daging alternatif pengganti daging sapi.

5. Donat

1 buah donat memiliki 200 kalori dan 12 gr lemak. Disarankan bagi penderita hipertensi ini membatasi atau mengurangi konsumsi donat.

6. Mie instan

Mie instan memang menjadi alternatif makanan yang mudah dibuat dan rasanya nikmat. Namun ketahuilah sebungkus mie instan mengandung 14 gram lemak dan 1.580 garam (sodium).

7. Margarin

Margarin mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi, untuk penderita darah tinggi atau hipertensi ini sebaiknya menghindari atau mengganti penggunaan margarin dengan minyak zaitun

8. Gula

Makanan dengan kalori ekstra dan gula. Contohnya adalah cookies dan coklat batangan. Keduanya dapat menyebabkan obesitas. Makanan-makanan ini bisa berpotensi mengidap tekanan darah tinggi. Kelebihan berat badan membuat banyak sumbatan di jantung dan memperlambat kerja darah.

9. Daging merah

Komposisi dari sebuah diet yang menyehatkan harus menyertakan lemak jenuh yang rendah. Bagi orang dengan tekanan darah tinggi hindari daging merah.

10. Alkohol

Mengkonsumsi alkohol dapat meningkatkan tekanan darah tinggi, alkohol juga merusak dinding pembuluh darah.

Posted in Hipertensi | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Makanan Sehat Untuk Hipertensi

Tekanan darah tinggi atau lebih dikenal oleh masyarakat luas sebagai penyakit hipertensi yang merupakan suatu kondisi tekanan darah dalam tubuh yang meningkat (140/90 mmHg) dan berada dalam batas normal (120/80 mmHg). Penyakit hipertensi ini membawa risiko pada penyakit yang mudah muncul karena tekanan darah meningkat, seperti terganggunya kardivaskular seperti penyakit pada gagal jantung, gangguan fungsi ginjal, stroke dan penyakit degeneratif lainnya.

Hipertensi atau penyakit tekanan darah tinggi sering disebut sebagai penyakit yang mematikan secara diam-diam, data menyebutkan hipertensi yang mengakibatkan kematian mencapai 7,1 juta jiwa per tahun di seluruh dunia.

Menurut seorang ahli dalam bidang kesehatan Dr. Maoshing Ni (DR. mao), beliau mengatakan dari banyaknya kasus yang terjadi, diketahui penyakit hipertensi ini disebabkan oleh asuhan pola diet dan makan yang umumnya terjadi pada orang barat yang makan dalam porsi yang cukup banyak dan makanan yang mengandung lemak dan kalori, bahkan hipertensi ini banyak menyebabkan kematian yang terjadi di kalangan penduduk perkotaan Eropa dan Amerika, kasus kematian yang diakibatkan hipertensi ini lebih besar menyerang pada mereka penduduk barat seperti Amerika dan Eropa dibanding dengan penduduk yang umumnya tinggal dipedesaan seperti Cina, Brazil dan Afrika cenderung lebih kecil hampir tidak ditemukan penyakit demikian.

Penyakit hipertensi umumnya yang diketahui karena adanya penyakit lainnya yang membawa tekanan darah manusia menjadi meningkat dipengaruhi oleh berat badan yang diatas ideal, oleh karena nya banyak penderita hipertensi yang umumnya memiliki bobot tubuh diatas berat badan ideal memiliki kemungkinan risiko terserang hipertensi.

Untuk mengatasi hipertensi ini diperlukan diet sehat dari asuhan pola makan yang sehat. Berikut ini ada beberapa jenis makanan dari menu sehat bagi penderita hipertensi, diantaranya :

1. Ikan

Ikan meupakan sumber protein hewani yang memiliki kandungan gizi, protein dan omega 3 yang sangat baik tubuh dan merangsang pertumbuhan otak dan jaringan tubuh lainnya yang dipengaruhi oleh kandungan vitamin dan protein yang terkandung dalam ikan. Jenis ikan yang baik untuk dikonsumsi adalah ikan tuna, salmon. Ikan yang mengandung rendah lemak, dan asam omega 3 memiliki manfaat yang baik sebagai pencegah dari pembentukan plak pada dinding pembuluh darah, mengurangi peradangan dan mencegah tekanan darah tinggi.

2. Jus seledri

Seledri yang termasuk dalam jenis sayuran memang telah dipercaya sebagai obat alami untuk mengobati hipertensi. Seledri telah banyak digunakan oleh para penduduk China untuk mencegah dan mengobati tekanan darah tinggi. Seledri umumnya banyak dibuat menjadi jus seledri dengan rutin minum jus seledri 2-3 gelas per hari dapat mencegah hipertensi dan mampu mengembalikan tekanan darah pada posisi normal, tak hanya itu seledri juga dapat digunakan untuk mereka yang memiliki asam urat.

3. Minyak Zaitun

Minyak zaitun yang selalu ada dalam menu diet sehat sebagai pengganti dari minyak goreng untuk mengolah makanan ternyata dapat digunakan sebagai obat untuk mengatasi hipertensi. Minyak zaitun dapat digunakan dalam banyak jenis masakan maupun makanan.

4. Buah dan sayuran aneka warna

Konsumsi buah dan sayuran yang banyak mengandung zat besi, vitamin, mineral dan nutrisi lainnya yang terdapat dalam tiap jenis buah dan sayur. Konsumsi buah dan sayur merupakan hal yang wajib dilakukan dalam menyeimbangkan kebutuhan tubuh akan sumber vitamin.

5. Ketimun atau mentimun

Buah ketimun atau mentimun merupakan buah yang kaya akan kandungan air yang memiliki fungsi untuk membantu tubuh dari hidrasi dan menurunkan tekanan pada pembuluh darah nadi. Mentimun atau ketimun ini juga dapat dikonsumsi sebagai buah yang sehat untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Cukup konsumsi 2 buah mentimun setiap hari selama 2 minggu dan temukan hasilnya.

6. Cuka apel

Cuka apel yang diperoleh dari hasil fermentasi buah apel banyak disebut sebagai obat yang mampu mengobati berbagai macam penyakit seperti mengencerkan darah dan menurunkan tekanan darah.

Cuka apel juga dapat digunakan sebagai obat untuk mengatasi hipertensi dengan cara ketika pagi hari saat perut masih dalam keadaan kosong belum terisi makanan apapun. 1 gelas air hangat dicampur dengan 1 sendok makan cuka apel dan 1 sendok makan madu secara teratur.

Posted in Hipertensi, Makanan Hipertensi | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Hipertensi / Darah Tinggi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi berarti ada tekanan tinggi di dalam pembuluh darah arteri. Arteri merupakan pembuluh darah yang membawa darah dari jantung menuju ke seluruh jaringan dan organ tubuh. Jadi, darah tinggi bukanlah karena tekanan emosi semata yang berlebihan meskipun kondisi ini bisa memicu kenaikan tekanan darah.

Tekanan darah dikatakan normal pada angka 120/80 mmHg. Tekanan darah antara 120/80 dan 139/89 mmHg disebut prehipertensi, jika lebih dari 140/90 mmHg sudah tergolong hipertensi.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) menggolongkan hipertensi berdasarkan usia, penggolongannya adalah :

1. Kelompok usia 20-29 tahun, tekanan darah lebih dari 150/90mmHg
2. Kelompok usia 30-64 tahun, tekanan darah 160/95 mmHg
3. kelompok usia lebih dari 65 tahun, tekanan darah lebih dari 170/95 mmHg

Data Joint National Committee on Prevention Detection, Evaluation and Treatment on High Blood Pressure mengungkap, penderita hipertensi di seluruh dunia mendekati angka 1 miliar. Data WHO menyebutkan, dari setengah penderita hipertensi yang diketahui hanya seperempatnya (25%) yang mendapat pengobatan. Sementara hipertensi yang diobati dengan baik hanya 12,5 %. Padahal, hipertensi menyebabkan rusaknya organ-organ tubuh seperti ginjal, jantung, hati, mata hingga kelumpuhan organ-organ gerak.

Untuk mengurangi dan menghilangkan faktor risiko yang bisa dikendalikan atau diubah seperti berat badan, pola hidup sehat, tdak merokok dan minum alkohol, melakukan aktivitas fisik, pola makan rendah natrium dan rendah lemak. Dengan begitu, perkembangan hipertensi bisa diperlambat, bahkan dihentikan, sehingga tidak timbul komplikasi.

Posted in Hipertensi, Makanan Hipertensi | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment