Penyakit hipertensi selain dipicu oleh keadaan mental, juga dipicu oleh asupan makanan. Ada beberapa jenis bahan makanan yang harus dipantang atau dikurangi asupannya, yaitu garam, ikan asin dab berbagai jenis makanan yang diasinkan. Selain itu, makanan yang manis pun dihindari untuk mencegaj terjadinya kegemukan. Pantangan makanan hipertensi adalah makanan yang manis yang perlu dihindari unruk mencegah terjadinya kegemukan. Karena kegemukan dan hipertensi saling berhubungan erat. Selain itu banyak mengonsumsi gula akan menyebabkan darah bertambah asam. Akibatnya, organ seperti ginjal dan lever akan menjadi lemah dan tidak berfungsi dengan baik. Makanan yang mengandung zat pemanis seperti gula, soft drink,cake, pudding, roti, biscuit dan pemanis sintetis seperti aspartame dan sakarin sebaiknya dihindari.

Pantangan makanan hipertensi sebaiknya juga menghindari makanan seperyi dendeng, abon, corned, beef, daging asap, ikan asin, sarden dan mentega. Sayuran dan buah kalengan yang mengandung bahan pengawet natrium sebaiknya dihindari. Demikian juga dengan MSG (monosodium glutamate), petis, tauco, bumbu lain yang kadar natriumnya tinggi, kopi, alkohol, dan minuman lain yang banyak mengandung natrium sebaiknya tidak dikonsumsi. Beberapa aturan makanan yang dianjurkan pada pasien yang berat badannya diatas normal (kegemukan) sebaiknya diberi diet rendah kalori. Makanan yang disajikan cukup mengandung semua zat gizi, karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, dan air. Penggunaan garam dibarasi sesuai dengan keadaan hipertensinya (berat atau ringan). Sementara cairan (air minum) yang masuk ke dalam tubuh cukup 1.5-2 liter per hari.
Makanan yang setiap hari kita maka rata-rata mengandung 2.800-6.000 mg natrium. Sebagian besar natrium tersebut berasal dari garam dapur, selebihnya terdapat secara alami dalam bahan makanan. Namun jika seseorang telah mengidap hipertensi, asupan natriumnya perlu dibatasi. Pantangan makanan hipertensi yang paling utama adalah natrium. Asupan natrium pada orang yang menderita hipertensi ringan sebaiknya 1-1,5 gram per haru atau setara dengan 2 gram (1/2 sendok the peres) garam dapur. Asupan natrium pada penderita hipertensi sedang sebaiknya hanya 600-800 mg per haru atau setara dengan 1 gram per hari (1/4 sendok the peres) garam dapur. Sementara itu, asupan natrium pada penderita hipertensi berat hanya boleh 200-400 mg per hari (tanpa pemberian garam dapur).
Selain mengatur pola makan kalau seseorang sudah menderita tekanan darah tinggi, jangan sekali-kali makan sate kambing atau durian. Sebenarnya, tidak hanya daging kambing dan durian yang dilarang, tetapi semua jenis makanan berprotein tinggi lemak, dan tinggi hidrat arang serta makanan bernatrium tinggi (makanan bersantan, ikan asin, daging merah dan makanan yang digoreng) sebaiknya dihindari atau dibatasi. Selain untuk menjaga agar tekanan darahnya tidak terlalu tinggi. Juga untuk emncegah serangan stroke. Asupan kalium seperti sayuran dan buah bagi mereka yang fungsi ginjalnya normal sangat dianjurkan.



Penurunan tekanan darah bagi
Peranan pola makan hipertensi untuk mencegah terjadinya hipertensu banyak diperdebatkan. Kontraversi terutama terpusat pada apakah mengonsumsi makanan tinggi Na
Penderita hipertensi di Negara-negara maju diperkenalkan dengan diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension). Maksud diet ini adalah memperbanyak makanan baik untuk hipertensi seperti konsumsi buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan produk susu rendah lemak untuk menurunkan tekanan darah. Makanan yang dikonsumsi pun lebih kaya serat dan mineral yang bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah ( kalium, magnesioum, dan kalsium). Kalium bekerja mengatur keseibangan jumlah natrium dalam sel. Kalsium dan magnesium bermanfaat secara tidak langsung untuk membantu
Faktor-faktor yang berpengaruh pada peningkatan tekanan darah adalah curah jantung, tahanan perifer (pembuluh darah halus), keturunan, hormon renin, angiostein, dan aldosteron, sistem saraf simpats yang terlalu aktif, faktor hemodinamik, dan gangguan kemampuan ginjal mengeluarkan garam natrium. Faktor lingkungan seperti stres psikososial, kegemukan, kurang olahraha juga berpengaruh terhadap timbulnya hipertensi esensial.